Mengetahui Cara Kerja Private Browsing

Gapteker.com – Fitur private browsing kita gunakan ketika tidak ingin orang lain mengetahui apa yang sedang kita cari di internet, seperti saat ingin menghadiahkan sesuatu atau merencanakan pesta atau liburan kejutan bersama teman dan keluarga. Fitur ini sangat berguna apabila pengguna tersebut menggunakan komputer yang dipakai bersama-sama dengan orang lain, misalnya di Kantor atau di Warnet.

Browser populer seperti Firefox, Google Chrome, Opera, Safari dan Internet Explorer mendukung fitur private browsing. Apabila pengguna mengaktifkan mode private browsing, alamat situs yang dikunjungi tidak akan muncul di dalam history atau riwayat browsing.

private browsing

 

private-browsing-firefox

private-browsing-in-google-chrome

Biasanya, browser menyimpan data kunjungan ke situs agar ketika pengguna kembali berkunjung ke situs tersebut, browser dapat secara otomatis mengisi informasi yang sebelumnya pernah diisi di form situs, seperti info login.

Browser juga dapat menyimpan cookies yang berperan sebagai pengingat info pengguna sehingga berbagai situs dapat menampilkan konten atau iklan yang sesuai dengan minat pengguna.

Dalam mode private browsingbrowser tidak menyimpan alamat situs dan juga cookies. Namun, ada beberapa gangguan keamanan yang dapat ‘membocorkan’ info tersebut.

Tahun 2011, para profesor di Stanford University menemukan bahwa meski Firefox tidak merekam riwayat situs saat private browsing, Firefox masih merekam alamat situs yang diizinkan dalam mengakses sertifikat SSL (untuk menjamin keamanan pertukaran informasi yang ditandai dengan “https” di depan alamat URL situs) serta beberapa izin tertentu lainnya.

Jadi, jika pengguna mengunduh sertifikat SSL dari suatu situs, memintanya untuk berhenti menampilkan pop-up atau mengunduh  cookies, seluruh info tersebut masih tersimpan di Firefox. Dalam mode private browsing Google Chrome atau mode Incognito,browser akan menyimpan riwayat  browsing  dan  cookies  apabila pengguna login ke akun Google miliknya.

Selain itu, Internet Protocol (IP) address juga merekam seluruh aktivitas pengguna di internet. IP address mengandung data berisi identitas dan lokasi pengguna yang dimiliki oleh setiap perangkat dengan akses internet.

Pihak yang memiliki akses ke IP address dapat mengetahui seluruh kegiatan yang dilakukan oleh pengguna di internet. Teknik ini sering dilakukan oleh pemerintah untuk melacak aktivitas individu tertentu sehingga sangat sulit untuk menyembunyikan kegiatan yang dipantau langsung dari IP address.

Selain IP address, seluruh data yang diunduh dan bookmark yang disimpan selama mode private browsing akan berada di dalam komputer sampai pengguna tersebut menghapusnya secara manual.

Dengan memahami apa saja yang dapat disembunyikan dan apa yang tidak dapat ditutupi oleh browser saat berada dalam mode private browsing, diharapkan para pengguna dapat memanfaatkan mode tersebut dengan benar sehingga info yang ingin dirahasiakan tidak ‘bocor’ ke pihak yang tidak diinginkan.

via sidomi

About The Author

Gapteker Senior Writer

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *